Aku dan Kampung Halamanku
Perkenalkan namaku Divaniar Aulia Boru Sirait. aku berasal dari desa Sosok. tepatnya berada di pertengahan antara Sanggau dan Ngabang. Mungkin banyak dari kalian yang tak mengetahui desa kecil ini, tapi desa kecil ini adalah tempat bersinggahnya bus dan taksi taksi lainnya. Disini tidak banyak tempat rekreasi, tetapi disini masih banyak terdapat sungai sungai kecil seperti air batu. Atau orang orang sekitar biasa menyebutnya riam. Namun, untuk beberapa saat ini riam deperti itu ditutup. Dengan harapan mengurangi bertambahnya pasien positif covid-19.
Di kampung halamanku ini juga masih sangat banyak hutan. Bahkan masih sekitar 70% tanah yang ditumbuhi tanaman liar. Namun tak bisa dipungkiri, masih banyak pihak tak bertanggung jawab yang membakar dan menebang pohon sembarangan untuk dijadikan Ladang. Setiap setelah musim panen tiba, desa selalu ditutupi dengan asap tebal dan asap itu berasal dari ladang yang sudah habis masa panennya.
Kampung halamanku memang tidak luas, namun disinilah aku besar dan menyenyam pendidikan dari mulai TK, SD, dan SMA. Aku TK di dharma wanita dan Ar - rahman. Lalu melanjutkan SD di SD negeri 01 sosok. Kemudian SMP di SMP Negeri 01 tayan hulu. Tapi, saya harus melanjutkan sekolah menengah atas di Pontianak khususnya di Lembaga Pondok Pesantren Darunnaim Putri. Dikarenakan minimnya ajaran agama islam disekitar desa.
Mayoritas penduduk di sini bersuku cidayu, atau biasa di kenal dengan Cina, Dayak, dan Melayu. Tetapi alhamdulillah penduduk sangat tentram dan sangat memegang teguh sikap toleransi.
Kami selalu hidup rukun didesa ini. Walaupun kami berbeda beda, tetapi kami tetaplah satu. Sebagaimana negara indonesia. Bhenika tunggal ika, kata kata tersebut selalu kami jadikan penopang dimana pun kami berada.
Sekarang desa ini sudah cukup maju. Cafe cafe masa kini sudah mulai di buka. Walaupun tidak banyak, setidaknya dapat dijadikan tempat tongrongan anak anak remaja sekitar.
Tetapi, masih banyak yang lebih memilih untuk nongkrong dirumah teman temannya atau pun di sungai. Karena menurut kami sungai dan teras rumah lebih nyaman dibandingkan cafe cafe hits zaman kini.
Mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan, jika ada kesalahan kata atau pengucapan saya mohon maaf yang sebesar besarnya. Wassalamu'alaikum wr.wb.
masyaAllah indah sekali kampung halamannya 🥰
BalasHapusIngin rasanya ke sana 💕
BalasHapusWahh saya jadi ingin main dan berlibur ke sosok😁
BalasHapus